| Pertemuan 1 |
| Rangkaian sistem starter merupakan kumpulan komponen-komponen sistem starter yang dihubungkan satu sama lain dengan kabel. Berikut ini adalah rangkaian umum dari sistem starter : |
| Pertemuan 2 |
MENGUJI RANGKAIAN SISTEM STARTER
�Rangkaian sistem starter merupakan kumpulan komponen-komponen sistem starter yang dihubungkan satu sama lain dengan kabel. Berikut ini adalah rangkaian umum dari sistem starter :
�
Apabila kunci kontak diputar pada posisi ST (starter) maka arus dari
terminal positif baterai akan mengalir ke fusible link, ke terminal B
kunci kontak, ke terminal ST kunci kontak, ke terminal 50, kemudian ke
massa melewati kumparan pada solenoid.
�
Aliran arus ke terminal 50 menyebabkan solenoid bekerja sehingga arus
yang besar akan mengalir ke motor starter melalui terminal 30. Aliran
arus yang besar ini menyebabkan motor starter berputar memutarkan mesin.
Jika kunci kontak dilepas, maka terminal ST kunci kontak tidak mendapat
arus sehingga arus ke terminal 50 juga terputus. Hal ini menyebabkan
solenoid tidak bekerja dan arus baterai lewat terminal 30 terputus
sehingga motor starter berhenti berputar.
�
Sistem starter yang digunakan pada kendaraan dengan transmisi manual
biasanya menggunakan saklar kopling. Saklar ini akan memutus rangkaian
ke relay motor starter sehingga sistem starter tidak dapat bekerja
apabila kopling dalam keadaan tidak terbebas. Hal ini digunakan sebagai
pengaman agar jika gigi transmisi dalam keadaan berkaitan (tidak netral)
kendaraan tidak bergerak saat distart. Jika kopling diinjak, maka
kendaraan tidak bisa distart. Pada kendaraan dengan transmisi otomatis,
saklar koling digantikan dengan saklar posisi netral.
�
Saklar netral dihubungkan secara seri dengan kontak pada relay dan
kumparan relay dihubungkan pada electronic control unit (ECU) sebagai
salah satu masukan ke ECU jika mesin dalam keadaan distart. Jika kunci
kontak diputar pada posisi ST, arus mengalir dari baterai kekumparan
relay sehingga relay bekerja. Arus kemudian mengalir juga dari terminal
ST kunci kontak ke saklar netral, kemudian ke terminal 50 pada solenoid
sehingga solenoid bekerja. Bekerjanya solenoid menyebabkan arus mengalir
dari baterai ke terminal 30 kemudian ke motor starter sehingga motor
starter berputar. Jika kunci kontak dikembalikanke posisi ON, maka tidak
ada arus ke relay starter sehingga relay tidak bekerja dan arus ke
terminal 50 terputus. Akibatnya motor starter berhenti berputar.
�
Apabila tuas transmisi tidak dalam posisi netral, maka saklar posisi
netral akan terbuka sehingga sistem starter tidak bekerja dan kendaraan
tidak bisa dihidupkan. Saklar ini mencegah berputarnya motor starter
jika tuas transmisi berada pada posisi tertentu (selain netral) yang
dapat membahayakan selama distart. |
Komentar
Posting Komentar